BAHASA GAUL:


Dalam bahasa pergaulan sehari-hari, kalangan yang mengakui adanya prularitas orientasi seksual dikenal adanya penggunaan bahasa gaul yang secara budaya dan pengucapan mempertunjukkan kreasi dan kegairahan mereka tanpa menjadi terjebak pada penyeragaman bahasa yang membosankan, tanpa daya pikir, anti-kenikmatan dan mentabukan seksual. Sebaliknya mereka selalu aktif menciptakan keragaman, merangsang gairah-gairah (pengucapan) oral mereka dan menciptakan literatur yang lebih terbuka pada kesenangan mereka sendiri. Dan, walaupun secara permukaan dimarjinalkan, secara aktif masyarakat yang menagungkan satu orientasi seksual yang saklar menadopsinya dalam bahasa keseharian mereka (contoh: "bencong"). Di bawah adalah penjelasan singkat bagaimana kreativitas bahasa itu diekspresikan dalam keberagaman cara clan metode modifikasi, diantaranya yang disebut sebagai bahasa "binan".

  1. Bentuk modifikasi regular


  2. Bentuk modifikasi irregural

(Catatan: Aturan-aturan tersebut tidak selalu berlaku secara terpilah-p1lah, kadang-kadang dalam satu kata bisa terjadi merupakan dua cara plesetan sekaligus).